KLAIM PESERTA TERBANYAK TAPI GAGAL JADI TUAN RUMAH PENAS XVIII 2029 KTNA SULUT DIANGGAP TIDAK SERIUS TUNJANG PROGRAM PEMERINTAH SULUT
Manado, BA,OBER NEWS. Gelar Pekan Nasional Tani Nelayan ke XVIII di Limboto Propinsi Gorontalo yang dibuka oleh Presiden Wakil Presiden Gibran Raka Buming dan puncaknya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto yang dihadiri oleh kurang lebih 50 ribu petani Nelayan se Indonesia adalah gelar petani nelayan yang sangat bergengsi dan dipercaya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan dan menambah wawasan masyarakat pada umumnya lebih khusus para para petani nelayan. Kehadiran petani nelayan kontingem sulut adalah yang diklaim paling terbanyak yakni dengan jumlah peserta 834 orang yang terdiri dari 367 peserta utama yaitu petani nelayan serta peserta pendamping dan peninjau sebanyak 467 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian perikanan dan penyuluh kehutanan.
Proposal usulan menjadi tuan rumah Pelaksanaan Penas XVIII tahunn 2029 di Sulut yang di buat oleh Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara yang ditandatangani oleh sekprov Sulut Tahlis Galang, SIP, MM, atas nama Gubernur Sulawesi Utara, sebagaimana yang sudah tertuang dalam renstra pembangunan sulut dikirimkan lewat Staf khusus bidang pertanian Dr. Lucky Longdong, Kepada KTNA Nasional dan pengurus: "Memohon dukungan doa dari Dewan Pembina, penasehat, tim pakar dan Tim pertimbangan organisasi serta seluruh pengurus KTNA propinsi Sulawesi Utara agar Penas XVIII jadi tuan rumah".
Sebelum penatapannya sebagai tuan rumah atas nama pemerintah propinsi Sulut memohon dengan sangat bantuannya untuk mengawal, mempromosikan dan mengkomunikasikan usulan teresebut di forum rembuk paripurna KTNA Nasional besok yakni jumat 19 Juni 2026.
Proposal untuk jadi tuan rumah Sulawesi Utara adalah yang pertama dimasukan dari propinsi Lampung, Sumatera Utara dan NTB yang seharusnya ditindaklanjuti dengan pembuatan surat usulan dan mengawalnya dengan serius sebagai respon dan penghormatan atas harapan baik Pemerintah Propinsi Sulut, namun pupus sudah harapan pemerintah dan masyarakat Tani Nelayan karna tidak serius menunjang program pemerintah propinsi Sulawesi utara lewat usulan untuk menjadi tuan rumah penas XVIII di sulut yang oleh masyarakat petani nelayan dan kerinduan ini sebenarnya adalah kesempatan untuk bertemu langsung dengan presiden sebagai putra minajasa, dapat bersama sama dengan masyarakat petani nelayan di sulut, padahal dengan diklaimnya sebagai peserta terbanyak adalah nilai tawar yang tinggi untuk ditetapkan sebagai tuan rumah penas XVIII tani nelayan di sulwesi utara, namun gagal memperjuangkannya. Selamat tinggal propinsi Gorontalo sampai jumpa di Lampung tapi tidak di Sulut. #mdl